Beranda > Kronik > Berburu Laylatul Qadr

Berburu Laylatul Qadr

I.
Seorang keponakan di rumah amat gemar surfing internet. Selain bereksplorasi kesana-kemari dia juga hobi mendownload aneka macam software yang bertebaran di mana-mana.

Salah satu yang software yang didownload dan pernah diaktifkannya di komputer adalah software adzan (penanda waktu shalat) yang mencakup lebih dari 500 kota di seluruh dunia.

Akibatnya adalah : speaker aktif di sebelah komputer tidak henti-hentinya melantunkan suara adzan!! Allahu Akbar. Allahu Akbar.

Seperti tersentak rasanya ketika menyadari implikasi dari software ini. Saat waktu shalat ditandai dengan pergerakan bayangan matahari di bumi, Islam sebenarnya telah mengajarkan bahwa umat ini mesti keluar dari egoisme sempit dan masuk ke dalam universalisme. Karena waktu terus bergerak.

Saat berbuka di rumah, haqqul yakin di belahan bumi yang lain ada saudara muslim lain yang sedang sahur atau bahkan sedang berpuasa. Bumi berputar, waktu bergerak.

II.
Di bulan penuh berkah ini, tema Mencari Laylatul Qadr adalah tema yang populer dan disukai semua orang. Setidaknya ada 2 pertanyaan populer untuk tema yang satu ini.

Yang pertama adalah : APA? WHAT? Tahukah kamu Apa itu Laylatul Qadr?
Yang kedua adalah : KAPAN? WHEN? Tahukah kamu Kapan Laylatul Qadr itu?

Kedua pertanyaan di atas telah dijawab oleh Al Qur’an dalam surat Al Qadr. Tentang APA itu Laylatul Qadr telah banyak diulas dalam berbagai tulisan dan uraian para kyai (baik yang umum maupun yang khusus). Penafsiran apapun tentang “APA/WHAT” selalu dianggap benar sebagai bagian dari ijtihad. Hakekat sesungguhnya hanya Allah yang Mahatahu.

Menjadi bahan renungan ketika pertanyaan KAPAN/WHEN diajukan. Ayat terkahir Surah Al Qadr hanya menyebutkan “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Saya tidak akan mengulas tentang malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Saya hanya merenungkan tentang arti “MALAM” sebagai bingkai waktu yang terus bergerak – hingga waktu fajar.

Keyakinan bahwa bumi berputar dan waktu bergerak menyadarkan bahwa Laylatul Qadr bukanlah milik siapa-siapa. Tidak ada seorangpun berhak memastikan bahwa Malam Ke-X adalah Laylatur Qadr. Ada keraguan yang pasti tentang keterikatan Laylatul Qadr terhadap Waktu dan Tempat di mana kita berpijak. Kita terjebak dalam egoisme waktu dan tempat yang kita klaim.

Jika kita mengatakan “Malam X adalah Al Layl Al Qadr (Malam Kemuliaan)” berarti kita meyakini bahwa itu berlaku selama 24 jam. Mengapa? Karena bumi berputar dan waktu bergerak. Apakah bisa “Malam X adalah Laylatul Qadr di Indonesia” sedangkan di Irak atau Mesir “Laylatul Qadr terjadi di Malam Y”, di New York pada “Malam Z”. (Adakah kepastian dalam hal ini? Sedangkan penetapan awal 1 Ramadhan saja berbeda di berbagai belahan dunia). Keterikatan pada definisi “Malam” dan “Tempat Berpijak” benar-benar membawa implikasi serius.

III.
Ya Allah…. jauhkan hamba dari egoisme waktu dan tempat.
Sesungguhnya bumiMu amatlah luas, dan waktuMu Tak Terbatas.
Ya Allah, yang Menurunkan Malam Kemuliaan,
Dan menitah MalaikatMu menyelesaikan segala urusan
Hamba hanyalah diri yang berharap Cahaya

*****

  1. 28/08/2009 pukul 22:53

    Iyaaaaaaaaakk…
    Lailatul QADAR tidak terpenjara oleh ruang dan waktu. Malam yang tertulis hanyalah KIASAN semata yang menggambarkan kondisi KESUNYIAN Jagad Ageng ( makrokosmos ). Pedahal yang musti SUNYI adalah jagad Alit ( mikrokosmos ) yang ada di dalam DIRI kita…Rumah kita…Bait kita…
    Inilah yang harus terkondisi dalam keadaan HENENG dan HENING. Sebab hanya QODIM yang kewtemu QODIM dan QUDUS ketemu QUDUS.

    Salut Kang atas pemahamannya pada paragraf akhir.

    Salam

  2. junaedi
    30/08/2009 pukul 18:56

    jangan cari malam lailatul qodar.CARI YANG PUNYA MALAM LAILATUL QODAR.

  3. 05/09/2009 pukul 20:15

    saya suka yang ini

    Ya Allah…. jauhkan hamba dari egoisme waktu dan tempat.
    Sesungguhnya bumiMu amatlah luas, dan waktuMu Tak Terbatas.
    Ya Allah, yang Menurunkan Malam Kemuliaan,
    Dan menitah MalaikatMu menyelesaikan segala urusan
    Hamba hanyalah diri yang berharap Cahaya

  4. 08/09/2009 pukul 20:35

    Rasanya Ramadhan cepat sekali berlalu.

    Marilah kita menatap sepertiga ramadhan terakhir dengan lebih baik lagi,
    mengharapkan karunia dimalam laylatul qadr.

    Salam Kenal, Salam Blogger, Salam Ramadhan.
    Jika berkenan, silakan mampir-mampir ke blog saya.

    _____________

    refa : terimakasih, langsung meluncur…

  5. 22/09/2009 pukul 18:48

    Ramadhan telah berlalu.. lailatul qodarpun begitu.. gema takbir dan tahmid telah berkumandang..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin ..

  6. Waf
    21/09/2010 pukul 07:08

    Apa mungkin ya malam laylatul qadar itu merupakan pertemuan antara nur ILLAHI dengan nur MUHAMMAD …yang terjadi pada jasad atau tubuh seseorang, ALLAHU ‘ALAM BISAWAB

  7. 05/08/2013 pukul 22:44

    Hello there! I know this is somewhat off topic but I was wondering if
    you knew where I could find a captcha plugin for my comment form?
    I’m using the same blog platform as yours and I’m having problems finding one?
    Thanks a lot!

  8. 22/07/2014 pukul 08:28

    If you do not build your own dreams then people will hire you to build their own dreams

  9. 22/07/2014 pukul 11:39

    Tanpa menghormati dari isi artikel anda kami denature indonesia hanya sekedar memberikan solusi obat herbal untuk penyakit yang sedang anda deerita, mohon dimaafkan jika tidak berkenan cara membuat vagina tetap keset dan

  10. 15/11/2015 pukul 04:50

    Seorang wanita cantik belum tentu mempunyai daya tarik

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: