Beranda > Khazanah > REHAT SEJENAK : Keajaiban Memberi

REHAT SEJENAK : Keajaiban Memberi

NEWS! KISAH NYATA! MASIH HANGAT!!

Selepas maghrib kemarin, 11 Agustus 2009, kakak saya mengalami kecelakaan di ruas jalan Bogor-Parung. Mobil yang dikendarainya ditabrak supir angkot sampai penyok. Kakak saya maunya sih menempeleng supir angkot yang ugal-ugalan itu, meski sudah dihalangi oleh kakak ipar yang kebetulan sedang sakit. Apa daya, kaget dan emosi membuat niat kakak saya gak kesampaian, bahkan tubuhnya ‘ngglosor’ di trotoar begitu saja. STROKE. Serangan yang ketiga.

Ipar saya dalam kondisi yang tidak sehat segera membawa kakak yang telahlumpuh separuh badan ke UGD RS PMI, tidak lupa – karena marah dan emosi – dibawanya juga kunci mobil angkot yang menabrak itu.

Saya termasuk yang pertama menerima panggilan di ponsel dan sayapun segera datang menjenguk di UGD. Saya melihat kakak saya terbaring dengan infus, sementara kakak ipar saya setengah menangis bercerita sambil memaki-maki supir angkot.

Setelah beberapa family datang, saya diminta kakak ipar untuk menyelesaikan persoalan dengan supir angkot yang kunci mobilnya dibawa kakak ipar.

Saya hanya berkata : “Tolong, berilah maaf supir angkot itu. Kecelakaan semacam ini siapa sih yang mau?”

Kakak ipar saya akhirnya mengangguk. Dan sayapun pergi dengan beberapa family laki-laki. Seperti yang sudah kami duga, ternyata angkot yang sebelumnya parkir di lokasi kejadian sudah hilang… kabur tanpa kunci!! Kami kembali ke RS. Dan apa yang saya lihat….

Kakak saya sudah tidak di UGD lagi, pindah ke ruang rawat inap. Jika sebelumnya kakak saya lumpuh, kini sudah tersenyum dan bisa menggapai dengan tangan kanan. Saya terkesan. Kata “maaf” yang tidak diucapkan kakak ipar saya, hanya sebuah anggukan kecil, menuai hasil dengan cepat. Keajaiban sudah selesai? Belum!

Malam tadi saya berjaga di RS, menunggui kakak dan kakak ipar. Saya ingat apa yang saya tulis dalam artikel di blog ini, tetapi saya tidak bicara apa-apa. Pertimbangan saya dua :

1. Kakak ipar saya adalah suster kepala di RS PMI, seorang yang tegar dan berpikir positif. Tidak pantas kalau saya menghibur dia, karena sudah menjadi sifat dan akhlak kakak ipar memberi hiburan dan sugesti positif kepada pasien dan keluarganya. Ketegarannya adalah standar semua petugas paramedis. Jadi kakak ipar tidak membutuhkan hiburan.

2. Secara ekonomi kakak ipar saya lebih baik dari saya. Jadi dia tidak membutuhkan pemberian dalam bentuk materi dari saya.

Jadi, saya hanya memberikan waktu saya untuk berjaga, sekaligus memberi kesempatan kepada kakak ipar berkeluh kesah. Saya memberikan perhatian kepada kakak yang sedang terbaring, seperti juga kakak ipar menghibur suaminya dengan cerita positif. Dan di dalam hati, saya terus menerus mengirimkan getaran agar kakak saya bisa berpikir positif, begitu juga istrinya yang menunggui. Hasilnya… hmm.

Pagi ini, kondisi kakak saya mengalami kemajuan luar biasa. Bicara sudah jelas dan bisa ditangkap telinga. Tangannya sudah bisa dipakai untuk ngupil…hik..hikk. Setiap kakak bercerita (walau dilarang dokter) saya menerima dengan senyum dan perhatian. Kakak saya bahkan masih sempat memberikan perhatian kepada family yang lain, menanyakan kabar mereka bahkan memberi nasehat-nasehat berharga kepada saya (aneh ya… orang sakit memberi nasehat kepada yang sehat)…

Alhamdulillah.

This is just my story only. Not intermezzo.

Memberi selalu lebih baik dari menerima. Yang memberi akan menerima, yang menerimapun sejati-nya hanya memberi.  Rantai sunatullah tidak akan pernah terputus.

Allah tidak melihat kepada (besarnya) pemberian,
tetapi kepada hati sang pemberi yang penuh ketulusan .

***

  1. qarrobin
    12/08/2009 pukul 12:55

    Semoga kakaknya lekas sembuh ya
    memberi…………………………………………………

  2. diah pramesti
    12/08/2009 pukul 15:35

    yang paling sulit itu ‘memberi contoh’
    apalagi yg true story kaya gini ni… very nice

  3. deniel
    12/08/2009 pukul 20:09

    keren…true story boz…

    mg2 ka2knya cpt smbuh…amin..trs berdoa y…

    http://ilikethisword.wordpress.com

  4. 14/08/2009 pukul 13:23

    wowww…….salam satoe jiwa

  5. 14/08/2009 pukul 13:24

    keren coi…
    salam satu jiwa

  6. 15/08/2009 pukul 10:57

    Alhamdulillah, muncul kembali.
    @qarrobin, @diah pramesthi, @deniel, @fariz, terimakasih telah memberi dukungan mental yang berharga.
    Salam hormat untuk Anda semua.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: