Beranda > Wejangan Guru > Tentang Memberi dan Meminta

Tentang Memberi dan Meminta

Σ

Tiga murid mendatangi Guru Sufi dan bertanya :

  • Sekian waktu lamanya kami diajarkan tentang MEMBERI, kapankah Guru akan memberi pelajaran tentang MEMINTA?

Guru Sufi :

  • Iftitah shalat bahkan mengajarkan tentang memberi kepada Allah, bukan meminta. Memberikan shalat dan seluruh ibadahmu, seluruh hidup dan matimu. Berlatihlah sehari lagi, resapkan seluruh pelajaran dengan ihklas dan keyakinan. Ingatlah, hanya kepadaNya kita memberi sembah dan hanya kepadaNya kita meminta.

Sehari kemudian Guru Sufi memanggil tiga murid itu dan bertanya :

  • Apa yang kamu rasakan sekarang ini?

Murid A :  Aku merasakan bahwa Allah hadir dan mengawasi, dan kulihat hanya Dia-lah Pengatur segala sesuatu. Aku menyadari sunatullah, jika aku memberi maka aku akan menerima. Jika aku meminta, sesungguhnya hanya Dia yang Maha Pemberi.

Murid B :  Aku merasakan kebesaran Allah dalam hati, sehingga diriku menjadi kecil bagai debu tak berarti. Aku yakin Allah Mengetahui apa saja keinginan dalam hatiku dan Dia adalah sandaran tempat diriku bermohon dan meminta. Dia Memberi tanpa diminta.

Murid C :  Aku merasakan tanganNya begitu kukuh, pendengaranNya amat tajam, mataNya amat jernih menyusup ke dalam relung hati, dan kakiNya begitu kuat. Dengan semua pemberianNya yang meliputi segala sesuatu, kini Aku bahkan merasa malu untuk meminta apa-apa.

Sesungguhnya Allah lebih malu dari hamba-hambaNya. Jika seorang hamba mendekat kepadaNya selangkah, Dia akan mendekat sedepa. Jika hamba mendekat kepadaNya berjalan, Dia menyongsong sambil berlari….

***

(Ditulis untuk menyongsong Ramadhan bulan mulia, sebagai renungan diri seorang hamba)

  1. 09/08/2009 pukul 14:53

    @Mas Refa
    Alhamdulillah
    Saya jadi ingat (QS 50:16)
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,

    Dan walalupun kita hanya bersua di dunia maya, tetapi saya merasakan seolah-olah kita ini selayaknya sahabat karib yang dekat.

    Teriring salam hangat sahabat.

    #Haniifa.

    ___________

    refa : Terimakasih… (tapi kok jadi sentimentil gitu..)
    Salam hangat kembali…

    • 09/08/2009 pukul 19:11

      @Mas Refa
      tapi kok jadi sentimentil gitu..
      _________________________
      Bukannya sentimentil, tapi hati-hati dengan sufisme… hehehe
      Iftitah shalat = do’anya Nabi Ibrahim a.s.
      Silahken baca kalau nggak keberatan:
      http://haniifa.wordpress.com/2008/01/16/doa-iftitah-nabi-ibrahim-as/

      • 09/08/2009 pukul 19:57

        @haniifa, terimakasih.
        saya sudah meluncur ke sana… apik tenan.
        Salam.

      • qarrobin
        10/08/2009 pukul 13:26

        Teruskan perjuanganmu sohibku @Haniifa dan @Refa

        mas @Refa ini ada link dari ZigZag scientist seperti saya

        http://lofi.forum.physorg.com/Tunnels,-White-Holes,-Parallel-Universes_14443.html

      • 10/08/2009 pukul 14:28

        @Mas Qarrobin Djuti
        Subhanallah
        Demikian juga @mas teruskan perjuangan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, dan bahu-membahu saling membantu dalam silih asah silih asuh.

        Salam hangat saudara-saudaraku se Iman.

        #Haniifa.

    • qarrobin
      10/08/2009 pukul 23:09

      @Refa, saya udah add facebooknya, tolong di approve ya

      ini adalah linkweb yang menjelaskan kesalahan rumus Einstein

      http://www.relativitychallenge.com/archives/410

      ___________

      refa : terimakasih….. lanjuut

  2. 09/08/2009 pukul 16:08

    Assalamu’alaikum,
    Baik murid A, B atau C, telah benar-benar bisa menerapkan kesadaran muraqabah dan mereka yg muraqabah adalah orang yg selamat dari golongan orang-orang yg lalai. Sebagai manusia, kita selalu mempunyai suatu hajat/kebutuhan, didalam setiap hajat kita, maka kita harus memintanya hanya kepada Allah SWT, karena Allaahush shamad, Allah-lah tempat meminta, tempat bergantung segala sesuatu.
    (Dewi Yana)

    ___________

    refa : Terimakasih untuk komentar saudaraku @Dewi Yana yang menambah wawasan.
    Jadi intinya, semua jawaban murid di atas benar ya… he…he…

    Salam hormat dan takzim.

  3. Farid
    10/08/2009 pukul 04:59

    Murid D atau bukan murid : saya tidak merasakan apa apa. tidak berhak atas rasa. atas apapun.

  4. 10/08/2009 pukul 08:00

    berkunjung…..
    sama dengan murid a, saat memberi rasanya seperti menerima….

  5. 10/08/2009 pukul 08:33

    Tiga Murid di atas saya maksudkan sebagai perumpamaan saja – menghadapi bulan Ramadlan yang segera tiba.
    Di sepuluh hari pertama shaum – melihat hakikat dan hukum-hukum sunatullah. Itu hanya simbolisasi dari pencapaian murid A.
    Dan seterusnya…

    Untuk @ Farid alias Murid D, yang Anda katakan betul sekali — anugerah keutamaan Al Layl Al Qadr seumur hidup.

    Salam hormat dan takzim untuk semua. Selamat merenuung sedalam-dalamnya….
    I love you all.

  6. 11/08/2009 pukul 19:21

    @Mas Refa
    Ada oleh-oleh untuk tafakur dibulan puasa saat membaca Al Qur’an dengan tartil, Insya Allah.

    http://haniifa.wordpress.com/2009/08/11/konsep-bilangan-biner-berawal-dari-al-quran/

    Salam hangat selalu.

    #Haniifa.

  7. batjoe
    12/08/2009 pukul 08:57

    besar dan kecilnya semua permintaan dan pemberian diyakini saja semuanya sudah ada hitungnnya oleh Allah SWT..
    Nah bagimana kalau tidak ada surga dan neraka masihkah manusia bersikap RIDHO?
    direnungin dan di biasakan saja bagaimana kita berbuat yang penting jangan samapai menyimpang dan ketahuin saja firman Allah tidak pernah salah. mana baik dan mana benar.
    artikel yang sangat menarik semuanya berpulang kepada hati dan diri sendiri.

  8. finda
    12/08/2009 pukul 08:58

    Aslm..
    Menyentuh hati…bgus..bgus🙂
    Klo sempat mampirlah ke blog saya..blogger br nih hehe…
    http://definda.wordpress.com/

    • 12/08/2009 pukul 09:30

      terimakasih @finda atas kunjungannya
      segera meluncur ke sana…

      Salam takzim.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: