Beranda > Sains > ROTI DARI SURGA (Bagian Pertama)

ROTI DARI SURGA (Bagian Pertama)

ROTI DARI SURGA

Pada 1450 SM, tercatat bahwa Firaun Tuthmosis III telah mengumpulkan tigapuluh sembilan orang pengrajin yang terbaik (seringkali disebut ahli sihir atau ahli kimia?) dan menyatukan mereka dalam sebuah kelompok yang disebut Persaudaraan Putih. Dinamakan demikian karena mereka menyelidiki ‘bubuk putih’ misterius. Bubuk itu disebut-sebut berasal dari emas, diolah dalam bentuk piramid mini dan disebut dengan nama ‘roti putih’. Piramid-piramid mini itu dipajang di kuil Karnak, disajikan hanya untuk sajian makan sang Firaun. Roti putih diyakini dapat menambah kekuatan pikiran.

Bubuk putih itu dikenal dengan banyak nama. Roti putih. Santapan putih atau mfkzt. Sebutan yang tertua dapat ditemukan dalam Kitab Kematian milik bangsa Mesir. Substansi misterius ini disebut ratusan kali, bersama dengan khasiat ajaibnya. Dalam kitab itu hanya disebut dengan apa itu?

Dalam bahasa Ibrani (Yahudi) kata “apa itu” diterjemahkan menjadi Ma Na atau Manna.

Manna, roti suci bangsa Israel. Roti itu diturunkan dari surga untuk santapan pengungsi Israel yang dipimpin oleh Musa. Dalam Bibel, bubuk ini disebut dengan beberapa nama, Manna (Roti Suci), Shrewbread (Roti Kehadiran). Keberadaannya begitu dirahasiakan sehingga disimpan dalam Arc of Covenant (Tabut Perjanjian), bersebelahan dengan kotak penyimpanan Naskah The Ten Commandement.

Alkitab mendeskripsikan bagaimana Musa mengeluarkan api dari sapi emas. Tetapi, saat terbakar api, emas yang membentuk sapi tidak berubah menjadi lelehan logam, tetapi menjadi bubuk … yang oleh Musa dihidangkan sebagai santapan bani Israil. Diceritakan, Musa menyuruh Bezalel untuk menyiapkan Roti Suci, padahal Bezalel adalah seorang pandai besi, bukan tukang roti!!

Salah satu catatan Aleksander Agung yang dikumpulkan oleh muridnya Ptolemy I dalam Perpustakaan Alexandria menyebutkan tentang suatu benda yang disebut Batu Surgawi. Benda itu memiliki penampakan ajaib. Dalam bentuk padat, beratnya sama dengan emas, namun jika dihancurkan menjadi bubuk, beratnya lebih ringan daripada bulu, sehingga dapat diterbangkan angin.

Jadi, apa sebenarnya bubuk putih itu?

(disarikan dari Map Of Bones, by James Rollins)

Tambahan dari refa.

Dalam Al Qur’an sendiri, kisah Musa dan sapi emas serta mu’jizat Musa bertebaran di banyak ayat. Tetapi jelas disepakati bahwa saat Musa selama 40 hari berkhalwat (menyendiri) di Thursina, bani Israel telah ‘tersesat’ dan mengikuti ajakan Samiri untuk ‘menyembah’ sapi emas.

Saat Musa mengadili Samiri, maka Samiri berkelit.

Lihat QS 20 : 96   Samiri menjawab : “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya…”

QS 20 : 97  Berkata Musa : “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan : Janganlah menyentuh (aku). Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-sekali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).”

Jadi, apa yang dimaksud dengan “jejak rasul” oleh Samiri.

Mufassir Islam di masa lalu ada yang menafsirkan dengan jejak kuda Jibril yang digunakan untuk menghidupkan sapi emas. Ada pula yang menafsirkan dengan “mengambil ajaran Musa kemudian mencampakkannya.”

Pertanyaan yang menggelayuti adalah :

1.Benarkah “jejak rasul” yang disebut Samiri adalah sekedar jejak kuda Jibril?  Jika ditafsirkan sebagai jejak tapak kuda Jibril a.s alangkah absurdnya, karena bukankah Jibril bertugas menyampaikan wahyu, kok bisa dilihat oleh Samiri?? Ataukah “pengetahuan Musa” yang notabene dahulu merupakan ‘Penghuni Istana Firaun’, Raja Mesir.

2.Mungkinkah Musa memiliki “pengetahuan” tentang pembuatan “Roti Putih” santapan Firaun yang mencerdaskan otak itu??

3.Jika sapi emas yang dibuat Samiri adalah emas biasa, maka setelah dibakar pasti akan menjadi logam cair. Lalu apa yang dimaksud Musa dengan ‘membakar‘ dan ‘menaburkan’ dalam ayat itu? Tidak bisa tidak, sapi emas yang dibuat oleh Samiri bukan dibuat dengan cara biasa melainkan dengan cara lain yang menghasilkan emas jenis lain yang jika dibakar kembali tidak menjadi cair melainkan menjadi serbuk/bubuk.

Dalam al Qur’an, kisah makanan bani Israil saat itu memang disebut berulang kali. Setelah pembicaraan tentang ‘penyembahan’ sapi emas, diikuti dengan penyebutan Manna dan Salwa. Terjemahan Depag (QS 2:56-57, QS 7:160, QS 20:80) menerangkan bahwa :

Manna adalah makanan manis seperti madu,

Salwa adalah burung sebangsa puyuh.

Jadi, apa sebenarnya Manna dan Salwa, yang diturunkan Allah swt setelah bani Israel dinaungi awan (Al-ghamam)? Terus terang saja, saya tidak merasa puas dengan terjemahan dan tafsir yang ada saat ini.

  1. rioseto
    21/06/2009 pukul 17:21

    Salam kenal mas Refa… saya suka mengikuti artikel Anda meski perlu perenungan yang dalam untuk bisa memahami arti simbolik dibalik kisah-kisah di blog ini. (hehehe… materinya beraat).

  2. 18/07/2009 pukul 00:40

    Sangat mengagumkan, nampaknya pintu Ilmu telah dibuka. Refa the alchemist, ummat islam membutuhka Manna dan Salwa

    • 18/07/2009 pukul 14:12

      Terimakasih sdr @djuti.
      Sayangnya pengetahuan tentang Manna dan Salwa terputus… Barangkali harus ditanyakan kepada para Syekh dan para Grandmaster Sufi untuk mengetahui substansi tersebut. Biar bagaimanapun, saya tetap seorang murid.
      Salam hangat dan persaudaraan.

  3. 18/07/2009 pukul 11:00

    Subhanallah…
    Nice Post…

    #Haniifa.

    • 18/07/2009 pukul 14:13

      Terimakasih…
      Salam hangat.

  4. rumbino.dony
    22/01/2011 pukul 17:22

    mas artikelx bagus…
    bs minta tafsiran manna dan salwa yg lebih dlm…
    hehehe klu ada????

  5. 04/06/2013 pukul 21:05

    I have got the hang of it and I am running with it. This model of Harbor
    Breeze Ceiling Fans is only priced at $109. Also
    check the minimum clearance from the mounting point to the closest wall
    surface.

  6. 19/01/2014 pukul 03:03

    Hello mates, how is everything, and what you would lioe to say on
    the topic of this article, in my view its really amazing in support of me.

  7. 19/01/2014 pukul 18:09

    I’ve been browsing on-line more than 3 hours nowadays, but
    I by no means found any attention-grabbing article like yours.
    It is beautiful worth enough for me. Personally, if all webmasters
    and bloggers made just right content material as you
    probably did, the internet will likely be much more useful than ever before.

  8. 19/01/2014 pukul 22:40

    A motivating discussion is definitely worth comment. I believe that you
    need to publish more about this subject, it may not be a taboo matter but typically people do not discuss these topics.
    To the next! All the best!!

  9. 19/01/2014 pukul 22:56

    My brother suggested I would possibly like this blog. He used to be totally right.
    This put up actually made my day. You can not consider simply how so much time I had spent
    for this information! Thanks!

  10. 12/04/2014 pukul 22:34

    Great goods from you, man. I have understand your stuff
    previous to and you’re just too magnificent.
    I really like what you have acquired here, really like what
    you are stating and the way in which you say it.
    You make it enjoyable and you still care for to keep it sensible.
    I can not wait to read much more from you. This is actually a great
    website.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: