Beranda > Wejangan Guru > SIAPA AKU … SIAPA KAMU

SIAPA AKU … SIAPA KAMU

Seorang guru pernah memberikan penjelasan tentang tingkatan komunikasi. Ia memeri dalam contoh percakapan antara dua orang.

Tingkat pertama,

A : Hai, apa kabar? Antum sudah berkeluarga?

B : Alhamdulillah, baik-baik saja. Ana sudah berkeluarga, punya dua anak. Antum sendiri bagaimana? Sekarang tinggal dimana?

A : Ana tinggal di Jakarta, …dsb..dsb

Tingkat kedua,

A : Cuaca sekarang sering hujan ya. Repot kalau mengantar anak.

B : Betul, apalagi jalan menuju komplek rumahku sudah agak rusak, banyak lubang…. dsb…dsb.

A : Bagaimana kalau kita bicara sambil duduk di warung … kudengar menu ikan bakarnya enak dan …

B : Setuju. Ibu pemilik warung itu aku kenal, namanya …. dia dari … dan masakannya selalu pakai ….

Tingkat ketiga,

A : Kudengar antum terpilih jadi anggota legislatif ya. Sudah ada program kedepan?

B : Oh, tentu. Programku adalah membuat …. dan …. dengan demikian insya Allah ….

A : Bagus sekali, syukur kalau ditambahkan program …. dasarnya adalah …. ana pikir  itu akan lebih baik…

B : Wah, terimakasih… mestinya itu akan berhasil mengingat … dan … hanya ada sedikit bahaya …. kalau …

++++

Itulah wejangan guru. Aku mencoba mengunyahnya selama bertahun-tahun. Dalam kebodohanku akhirnya aku hanya bisa menyimpulkan :

  • Tingkatan pertama berkisar antara AKU, Kamu, Dia, Mereka.
  • Tingkat kedua melebar ke lingkungan sekitar, AKU mulai pudar dan tidak menonjol lagi.
  • Tingkat ketiga adalah tingkat IDE, tak penting lagi SIAPA AKU dan SIAPA KAMU.
  1. 17/06/2009 pukul 10:19

    ada deologi di blogroll thanks ya… blog refa juga udah ditaut, makasih ya,,, lam kenal jg deolog_84@yahoo.co.id

  2. lovepassword
    19/07/2009 pukul 07:44

    Masalahnya adalah apakah ide sungguh dapat dilepas tanpa aku dan kamu ? He he he. SALAM Cinta

    • 19/07/2009 pukul 09:02

      Terimaksih untuk pencerahannya @lovepassword
      Salam hormat dan takzim.

  3. KangBoed
    24/07/2009 pukul 22:18

    Waduuuuuuuuh.. maknanya dalaaam sekali yaaaaa

  4. 27/07/2009 pukul 19:21

    tingkatan ke 4
    maka,
    ketika hasratmu yang terdalam
    dirongga kemurnian hati
    dalam ketulusan jiwa
    bersenandung
    senada dawai Ilahi
    alangkah indahnya CahayaMu
    ya Allah…

    • 28/07/2009 pukul 12:08

      syair yang indah… terimakasih.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: