Beranda > Khazanah > PUISI SUFI GUS MUS (Cuplikan Tanpa Ijin)

PUISI SUFI GUS MUS (Cuplikan Tanpa Ijin)

1.

KALAU KAU SIBUK KAPAN KAU SEMPAT

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari celamu sendri?

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertkaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenung arti cinta saja
Kapan kau bercinta?

Kalau kau sibuk berkutbah saja
Kapan kau sempat menyadari kebijakan kutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan kutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja
Kapan kau kan mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau akan memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau kau sibuk memakrifati nya-nya saja
Kapan kau bersatu denganNya?)

“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengar jawaban!”

***

Puisi berjudul “Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat” ditulis oleh K.H. Mustofa Bisri, pada 1987. Seringkali dibacakan oleh beliau di forum – forum Kegiatan Mahasiswa di era tersebut.
Sumber : “OHOI” Kumpulan Puisi Balsem K.H.A. Mustofa Bisri, Pustaka Firdaus, 1991.

__

About these ads
  1. batjoe
    02/09/2009 pukul 03:34

    hahahahahaa
    sekali lagi saya yang pertamaxxxx botol ijo kebablasan tidur hehehee
    setiap masuk keblog ini sesuatu yang beda saya dapatkan
    semua untaian kata2 yang indah,
    saya tambahin dikit ya mas
    kapan ya kita semua bisa berdiam diri bareng2 sambil nemukan sesuatu yang kita nanti2-kan karena bangsa ini perlu orang2 yang bukan hanya punya mulut besar tapi tindakan yang nyata agar segala bentuk kemaksiatan bisa ditekan ketingkat ZERO

    ____________

    refa : Alhadulillah, terimakasih untuk komeng yang pertamax…

    Soal menekan kemaksiatan ke tingkat zaro adalah utopia (khayali alias gak mungkin…)
    Yang paling mungkin adalah menyadarkan masyarakat agar berjalan ke arah kebaikan.

  2. batjoe
    02/09/2009 pukul 03:35

    yang keduanya
    sahur…sahur
    salam rindu dan sayang buat sahabatku yang selalu memberikan sebuah pencerahan dengan hal2 yang sangat berbeda..

  3. lor Muria
    02/09/2009 pukul 04:22

    Pertamaaaaaaaaaaaaax..
    kalau kau sibuk dengan Blogmu
    kapan kau sempat….
    salam kenal mas Refa

  4. lor Muria
    02/09/2009 pukul 04:24

    tes tes tes masuk gak ya??

    ______

    refa : maaf kang @lor muria, koment-nya kesandung bung Akismet…
    baru saja kulihat-lihat…. he…he…. terimakasih kang.
    Salam rindu dan hormat.

  5. diah pramesti
    02/09/2009 pukul 13:11

    ketigaa….
    sekrg sy sdh ngga sibuk..tp baru sempat mampir niy.. :D

    • 02/09/2009 pukul 19:11

      terimakasih, kalau sudah tak sibuk pasti sempat ya…
      Salam.

  6. 02/09/2009 pukul 16:07

    Keempat, salam kenal. Puisi yg bagus, pak Mus memang jago bikin puisi yg mantap

    _________

    refa : terimakasih sudah berkunjung.
    Gus Mus itu salah satu idola saya di zaman ini. Puisinya dengan bahasa slengekan tapi mendalam artinya.

  7. batjoe
    03/09/2009 pukul 02:25

    salam hangat buat mas refa
    pagi didni hari mnejelang sahur mengunjungin saudara2 yang baik hati
    semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan rahmatnya kepada mas refa.
    salam hangat dan persahabatan..

  8. batjoe
    03/09/2009 pukul 10:12

    mas refa kok masuk spam ya komentnya…..
    wah kalau Ilham itu datangnya dari komenntnya mas madawali tapi saya kehilangan jejaknya (name blognya…)
    kalau mas refa bilang yang mana ilhamnya terserah aja mas mau yang mana mas mau pilih. semuanya kembali ke manusia yang membacanya karena saya cuma manusia bodoh yang lagi belajar menapakan kaki-kaki menjadi sebuah arti yang bermakna trutama untuk keluarga saya sendiri dulu.tulisan saya hanyalah sebuah tulisan karena tulisan saya bukan Al-Quran yang mmg wajib dijadikan dasar pedoman dalam hidup.
    kalau mas refa dan teman2 yang beraliran islami udah ngetop semuanya baik dalam penulisan dan pemikirannya.. heheheeh .. dua jempol pokoknya….
    di blognya mas refa ada nasyabandi balikpapan. memangnya mas refa pernah dibalikpapankah?

  9. batjoe
    03/09/2009 pukul 10:22

    maaf mas bukannya Ri’ya tapi bapak (almarhum) dulu adalah salah satu pendiri masjid Ataqwa klandasan.dan masa kecil saya abis dimasjid itu sama bapak pokoknya semua ajaran ttg sholat bapak berikan dimasjid itu makanya saya heran kok mas refa punya situs naqsybandi balikpapan. sedangkan saya yang asli balikpapan aja ndak tahu. mungkin saya masih nakal mas hehehehheeee

  10. BOY
    04/09/2009 pukul 19:11

    Syair yang begitu menyentuh qalbu. Memang seharusnya kita hidup harus selalu menjunjung-Nya bukan yang lain. Tapi kadang kita sibuk… hanya sibuk… :)

  11. 05/09/2009 pukul 19:52

    @Kang Refa
    Waduh saya tidak pintar memahami puisi
    kalo udah lihat postingan sastra di blog teman2
    saya menyerah sampei ga bisa ngomong apa2 selain
    ……………………………………………….
    ………………………………………………….
    …………………………………………………

  12. 05/09/2009 pukul 20:11

    wah bagai siraman air di padang pasir, koleksi syairnya bagus2, saya suka tulisan rumi. Salam….

  13. adi isa
    07/09/2009 pukul 13:51

    dimana saja, ilmu akan datang kepada kita,
    lewat puisi pun, kita banyak belajar.
    tul nggak

    ______

    refa : setuju bro…

  14. 09/09/2009 pukul 20:15

    Saya selalu suka puisinya Kiai nyentrik yang ada di samping kota saya, ini.

  15. Pencari
    24/09/2009 pukul 15:17

    gus mus melihat kita kadang hanya melakukan sesuatu pada satu sisi saja tanpa memperhatikan sisi yang lain. makanya beliau bertanya berbolak-balik

    • 25/09/2009 pukul 09:14

      Itulah sejatinya kehidupan seorang sufi yang tekun merenung dan terus bertanya dan mempertanyakan hakikat segala sesuatu.
      Jawaban demi jawaban – benar atau salah – bukanlah akhir dari segalanya …

      Terimakasih. Salam hormat.

  16. wisnu tedjo prabowo
    24/01/2010 pukul 00:23

    saya minta ijin untuk copas untuk pisi ini,thx’s

  17. abu
    02/04/2010 pukul 22:43

    Assalamu’alaikum, ane mo minta ijin untuk mengcopy puisi ini, syukron….

  18. 11/04/2010 pukul 07:40

    http://sangkebenaran.blogspot.com/

    Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

    • Anonymous
      14/04/2010 pukul 14:34

      untuk sang kebenaran… kayaknya anda harus banyak belajar tentang Islam.

    • Anonymous
      14/04/2010 pukul 14:37

      Untu sang kenenaran = Kitab Sahih Bukhari yang anda ambil , saya yakin itu buatan pastur dan pendeta nasrani ( laknatulloh )sebab 10 tahun sya belajar hadis saya tidak pernah menemukan apa yang anda tulis.

    • Anonymous
      16/08/2012 pukul 19:17

      Hai yg bilang sang kebenaran: kasian kmu ya!!! Di bodohi oleh pastur2 yg sudah tua dan hampir2 mampus,kmu bilang gtu lgi gw sobek mulut lu !!!!!! Dasar anjing menggonggong!!!!!!!!!!!

  19. 14/04/2010 pukul 14:45

    Untu saudaraku ” sang kebenaran ” : ” Anda kayaknya harus lebih banyak belajar tentang Islam, 10 tahun saya belajar tentang hadis, saya tidak pernah menemukan cuplikan hadis – hadis yang anda tulis.
    mungkin yang anda baca adalah Kitab Sahih Bukhori karangan para pendeta dan pastur ( Laknatulloh alaihim) sehingga dengan mudah orang awam akan melihat adanya usaha untuk meghina Rasululloh SAW

  20. 27/04/2011 pukul 11:55

    laylawaty.blogspot.com

  21. 27/04/2011 pukul 11:56

    laylawaty.blogspot.com

  22. 03/07/2011 pukul 19:56

    melaui sair kita dapat membuka jati diri kta …..
    melihat kelemahan kita serta menambah motifasi dalam kehidupan …..
    hati ini terasa begitu berharga,dengan sentuhan syair2 bernafas islami dan hanya orang2 bodoh yang selalu menyangkal kebenaran…

  23. 06/12/2011 pukul 20:37

    mantap gus bray..

  24. 06/12/2011 pukul 20:41

    mantap gus bray…

  25. Kholid elbantanie
    23/12/2011 pukul 22:08

    Sangat.. Sangat.. Sangat..

    Menyentuh n bikin ktawa hatiku kala aq membacanxa…..

  26. si brandal loka jaya
    07/01/2012 pukul 22:24

    shollu alannabiy…….mohon doay sduiu2.

  27. 25/02/2012 pukul 11:39

    T O P. markotop..

  28. Gareng
    16/07/2012 pukul 23:58

    Cara memahaminya sepertinya baca baris 1 kemudian langsung ke baris 4 utk setiap baitnya. Supaya tepat maksudnya

  29. Anonymous
    23/08/2012 pukul 13:43

    bagus sekali gus….

  30. 06/10/2012 pukul 13:07

    akan kah dunia ini brputar
    sperti dlu lagi,aku ingin jadi anak
    anak punk yg slalu di manja

  31. Anonymous
    30/10/2012 pukul 23:33

    Sip,okelah kalau begitu

  32. rob usta
    05/03/2013 pukul 21:22

    memang hidup tidak semudah yg kita kira…smoga puisi2 dari beliao bisa merubah kita…amiinn ya roob….

  33. 02/09/2013 pukul 01:19

    andai aku bisa semua mungkin aku akan bisa sama dengan engkau…..

    • مصباح المنير
      06/05/2014 pukul 19:45

      pengen deh jayak gtu

  34. Anonymous
    15/07/2014 pukul 18:16

    .hahahahahaha
    .kaciannn bgtt tueee ..
    .tpiii nOmOng2 bukann.nyaa aQ ngejekk ituu puisii.nyaa gakk bgusss ..

    .just kidding… :))

    #becandaa dOankk .. siappa bLang puisii itUu gakk bagussss ,, bgusss bngettt kOkkk..

    sLammm dariii cC’cwekkk bLinkkk

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: