Beranda > Khazanah > Syair RUMI

Syair RUMI

Review syair-syair Rumi membuat siang hariku tak terasa penat lagi…. Di malam hari, syair Rumi menjadi bergema…. keindahannya amat luar biasa…..

______

Jalaluddin Rumi


Ia berkata, “Siapa itu berada di pintu?”
Aku berkata, “Hamba sahaya Paduka.”
Ia berkata, “Kenapa kau ke mari?”
Aku berkata, “Untuk menyampaikan hormat padamu, Gusti.”
Ia berkata, “Berapa lama kau bisa bertahan?”
Aku berkata, “Sampai ada panggilan.”
Aku pun menyatakan cinta, aku mengambil sumpah
Bahwa demi cinta aku telah kehilangan kekuasaan.
Ia berkata, “Hakim menuntut saksi kalau ada pernyataan.”
Aku berkata, “Air mata adalah saksiku, pucatnya wajahku adalah buktiku.”
Ia berkata, “Saksi tidak sah, matamu juling.”
Aku berkata, “Karena wibawa keadilanMu mataku terbebas dari dosa.”

Syair religius di atas adalah cuplikan dari salah satu puisi karya penyair sufi terbesar dari Persia, Jalaluddin Rumi. Kebesaran Rumi terletak pada kedalaman ilmu dan kemampuan mengungkapkan perasaannya ke dalam bahasa yang indah. Karena kedalaman ilmunya itu, puisi-puisi Rumi juga dikenal mempunyai kedalaman makna. Dua hal itulah –kedalaman makna dan keindahan bahasa– yang menyebabkan puisi-puisi Rumi sulit tertandingi oleh penyair sufi sebelum maupun sesudahnya.

***

Aku mati sebagai mineral
dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.

Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.

Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia;

“Kepada Nya, kita semua akan kembali”

***

Apa Yang mesti Ku lakukan

Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal diriku sendiri
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim
Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan dari laut,
Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar,
Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,
Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan dari hal
Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan dari Saqsin,
Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Korazan.
Aku bukan dari dunia ini ataupun dari akhirat, bukan dari Sorga ataupun Neraka
Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari Rizwan
Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak
Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih
Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa
Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil
Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin
Tidak ada yang kuketahui kecuali : “Ya Hu” dan “Ya man Hu”
Aku mabok oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu
Aku tak berbuat apa pun kecuali mabok gila-gilaan
Kalau sekali saja aku semenit tanpa Kau,
Saat itu aku pasti menyesali hidupku
Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum,
Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa.
O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini,
Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabok dan gila-gilaan.

Sumber :  http://www.khamush.com/melayu/


About these ads
  1. batjoe
    26/08/2009 pukul 23:15 | #1

    lagi-lagi kutemukan kata CINTA yang sejati…
    dimana-mana ada cinta tapi CINTA sejatinya da didiri kita masing2…
    artikel yang baik dan saya suka juga dengan syair2 jalalludin Rumi bahkan seorang Gede Permana pun sangat kangum dengan beliau.
    salam CINTA dari sahabat yang baru mas dan semoga berkenan untuk hadir dirumah saya

  2. KangBoed
    26/08/2009 pukul 23:53 | #2

    Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang ..
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  3. KangBoed
    26/08/2009 pukul 23:54 | #3

    wooooow Rumi adalah salah satu inspirasiku

    • 01/09/2009 pukul 19:10 | #4

      terimakasih untuk @batjoe dan @KangBoed
      Salam hormat.

  4. 27/08/2009 pukul 22:43 | #5

    rumi adalah salah satu sufi yg masyur….saya kira naqsabandiyah juga mengacu pada rumi….kalau boleh saya nanya kira2 apa ya makna dari kata “hu”…misalnya hu Allah atau Allah hu bahkan ada juga yg “Hu” thok dalam zikir nya….mohon pembabarannya….

  5. 28/08/2009 pukul 09:53 | #6

    Assalamu’alaikum,
    Artikel yang bagus Mas Reva dan terima kasih ya… sudah membantu Mas Deby menemukan materi yg dicari.
    (Dewi Yana)

    • 01/09/2009 pukul 19:14 | #7

      terimakasih @Dewi Yana.

      Untuk @m4stono, tunggu postingan tentang masalah itu ya… terimakasih….

  6. adi isa
    28/08/2009 pukul 10:18 | #8

    wow..
    saya suka sekali dengan sufi yang satu ini,
    posting dong, riwayat hidupnya.

    salam hangat

    ___________

    refa : salam hangat juga… terimakasih sudah berkunjung..

  7. batjoe
    28/08/2009 pukul 20:13 | #9

    malem mas refa pa kabar?

  8. batjoe
    28/08/2009 pukul 20:13 | #10

    Mas refa orang Balikpapan?

    • 01/09/2009 pukul 19:18 | #11

      @batjoe, maaf ya mas telat balas salam…
      Saya asli Jawa, walau ingin sekali bisa ke Kalimantan… Salam hormat.

  9. 28/08/2009 pukul 22:45 | #12

    Hmmm….rupanya sudah pada kumpul di sini sedulur ini.
    Masih ada tempat buat saya selonjoran gak yah??

  10. 28/08/2009 pukul 22:46 | #13

    Hiiiiii…ikutan nunggu jawaban dari pertanyaannya Kang Batjoe..

    Ngudud lage ahhhh….

  11. 30/08/2009 pukul 22:24 | #14

    Assalau’alaikum,

    Untuk semua @batjoe, @KangBoed, @m4stono, @adi isa, @Dewi Yana, @Santri Gundhul, terimakasih untuk komengna.
    Mohon maaf, saya sedang kesulitan akses neeh… 3 jam lebih nyoba masuk blog sendiri gak bisa … Sekalinya bisa, leletnya minta ampun…
    Maaf ya kang/mbak belum bisa jawab satu-satu…

    Tunggu koneksi normal dulu…

    Wassalam.

  12. 01/09/2009 pukul 06:45 | #15

    Syair religi penuh makna

  13. sekoteng
    01/09/2009 pukul 10:03 | #17

    Jalaluddin Rumi penyair terbaik sepanjang masa.

    ________

    refa : lebih tepatnya “penyair sufi terbaik”…

  14. 05/09/2009 pukul 20:10 | #18

    Saya mengagumi Rumi selain Ibn Arabi
    Baca dan Pahami apa yang Romeo tulis
    jangan pernah bertanya kepada para penari yang berputar
    Ia hanya mengungkapkan perasaan dengan puisi
    Ia tidak pernah menari, sang cucu murid khidir
    Andai ku bisa sastra
    akan kugubah fisika sehingga bisa dibaca dan dipahami semua manusia

  15. 06/09/2009 pukul 12:55 | #19

    Saya senang dengan karya-karya beliau ini.
    Penuh dengan cinta.

  16. 06/09/2009 pukul 14:23 | #20

    Dapat mencerahkan hati ini yang Gulao. bagus sekali Mau pasang iklan baris gratis
    http://iklanbaris-gratis.org

  17. Pencari
    21/09/2009 pukul 23:31 | #21

    wah, qo ga da yag bisa ngejelasin makna puisi diatas. bikin diskusi donk!!!!

  18. dudung
    23/09/2009 pukul 16:14 | #22

    Wahai benih, akar, batang, ranting dan daun!
    Sekalipun kau diciptakan lebih dulu
    Kalian hanyalah pendukung tuk terlahirnya sang buah
    Wahai Sang buah!
    Sekalipun kau telah tercipta secara sempurna
    Rasa-mulah yang dikehendaki para petani
    Wahai Sang buah!
    Sekalipun kau nampak punya rasa
    Rasa petanilah wujud yang sebenarnya
    Wahai malaikat, jin, syetan dan alam semesta!
    Sekalipun kalian tercipta lebih dulu
    Kalian hanyalah pendukung tuk terciptanya sang khalifah
    Wahai sang manusia!
    Sekalipun kau telah tercipta
    Ma’rifat-mulah sang dikehendaki sang Pencipta
    Wahai Sang Manusia!
    Sekalipun kau nampak ma’rifat kepada-Nya
    Kalian hanyalah bejana-Nya tuk memperkenalkan diri-Nya
    Yang wujud hanyalah diri-Nya

    _____________________

    refa : terimakasih untuk penjabaran mas @dudung yang indah…

  19. 10/12/2009 pukul 13:05 | #23

    sip coy

  20. 11/04/2010 pukul 07:39 | #24

    http://sangkebenaran.blogspot.com/

    Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

  21. 14/04/2010 pukul 15:08 | #25

    Untuk sang kebenaran ” Kayaknya anda harus lebih banyak belajar tentang Islam, 10 tahun saya belajar Hadis saya tidak pernah menemukan kutipan hadis yang anda muat diatas, mungkin kitab “Sahih Bukhari” yang anda baca adalah karangan para pendeta/ pastur ( Laknatullohi alaihim / Alloh melaknat mereka) yang ingin menjatuhkan keagungan dan kebesaran Rasululloh SAW.
    Semoga anda sadar…dan sekali lagi anda mengatai Rasululloh SAW mampus ( seperti yang anda tulis ) anda akan kami buru, dimanapun anda berada Dengan ijin Allah SWT akan kami temukan.

  22. A. Itank Salman Al Farisi
    16/07/2010 pukul 04:19 | #26

    Menanggapi pesan No.20, saya hanya bisa diam,
    Toh diamku adlh suatu jawaban.
    Bukannya aku ga punya jawaban.
    Hanya saja tidaklah mungkin bagi singa meladeni anjing anjing.

    Ketahuilah saudaraku santri gontor :) , gonggongan anjing anjing itu tidak berpengaruh terhadap awan.

    • nurmuhammad
      31/05/2012 pukul 11:58 | #27

      jangan naik pitam.. Itu aja kok repot!

  23. 12/03/2012 pukul 16:10 | #28

    agama itu kapal untuk berlayar ke pulau ilahi. sekali lagi agama jangan dijadikan tujuan. karena ttujuannya hanya satu ALLOH

  24. Anonymous
    28/08/2013 pukul 21:38 | #29

    cinta sejti itu ada,tp tdk ad gmbarannya. sebb cinta sejti tnpa mati itu palsu,pembohong,penipu.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: